Panduan

WordPress Multisite vs multi-tenancy: Mana yang sebaiknya Anda pilih?

Tim GrabWP
· 2 min read

Jika Anda perlu menjalankan banyak situs WordPress, Anda mungkin pernah mempertimbangkan WordPress Multisite. Tapi ada pendekatan lain yang kini semakin populer: true multi-tenancy. Mari kita bandingkan keduanya agar Anda bisa mengambil keputusan yang tepat.

WordPress Multisite: Solusi bawaan

WordPress Multisite sudah menjadi bagian dari core WordPress sejak versi 3.0. Fitur ini memungkinkan Anda membuat sebuah jaringan situs yang berbagi satu instalasi WordPress yang sama.

Cara kerjanya:

  • Semua situs berbagi direktori wp-content yang sama
  • Setiap situs memiliki set tabel database sendiri (dengan prefix unik)
  • Seorang Super Admin mengelola jaringan
  • Theme dan plugin diinstal untuk seluruh jaringan

Keterbatasan Multisite

Meskipun Multisite cocok untuk beberapa kasus penggunaan, solusi ini punya beberapa kelemahan yang signifikan:

  • Konflik plugin - satu plugin bermasalah bisa merusak seluruh jaringan
  • Isolasi terbatas - situs-situs berbagi theme, plugin, dan direktori uploads
  • Tantangan skalabilitas - jaringan besar menjadi sulit untuk dikelola
  • Kerumitan migrasi - mengekstrak satu situs dari jaringan sangatlah merepotkan

Multi-tenancy: Isolasi sesungguhnya

Multi-tenancy mengambil pendekatan arsitektur yang berbeda. Setiap situs tenant berjalan dengan isolasi penuh meski tetap berbagi instalasi WordPress yang mendasarinya.

Cara kerja GrabWP Tenancy:

  • Setiap tenant memiliki tabel database sendiri dengan prefix kustom
  • Direktori uploads sepenuhnya terpisah untuk tiap tenant
  • Tenant bisa memiliki konfigurasi plugin yang independen (Pro)
  • Routing berbasis domain menentukan tenant mana yang dimuat

Keunggulan multi-tenancy

FiturMultisiteMulti-tenancy
Isolasi dataParsialPenuh
Plugin independenTidakYa (Pro)
Kemudahan ekstraksi situsSulitMudah
Domain kustomButuh pluginBawaan
Performa pada skala besarMenurunKonsisten

Kapan harus menggunakan Multisite

Multisite masih menjadi pilihan yang bagus ketika:

  • Anda butuh jaringan blog sederhana dengan theme yang sama
  • Semua situs menggunakan plugin dan konfigurasi yang sama
  • Anda punya kurang dari 20 situs
  • Kontrol terpusat Super Admin jadi prioritas

Kapan harus menggunakan multi-tenancy

Multi-tenancy lebih baik ketika:

  • Anda sedang membangun produk SaaS di WordPress
  • Setiap klien butuh data dan konfigurasi yang terisolasi
  • Anda berencana melakukan scale hingga ratusan situs
  • Masing-masing situs mungkin perlu dimigrasi secara independen
  • Anda butuh manajemen plugin per tenant

Melakukan perpindahan

Jika Anda saat ini menjalankan Multisite dan mulai menemui batasannya, migrasi ke multi-tenancy dengan GrabWP sangatlah mudah. Plugin ini dilengkapi tool migrasi yang bisa mengekstrak masing-masing situs dari jaringan Multisite menjadi tenant yang terisolasi.

Baca panduan setup kami untuk mulai menggunakan GrabWP Tenancy.

Editorial standards: Our content is written by WordPress experts with hands-on multi-tenancy experience. Articles are fact-checked and regularly updated to ensure accuracy.